Diabetes Melitus

BAB 1. PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Permasalahan kesehatan yang muncul dari tahun ke tahun semakin meningkat, salah satunya disebabkan oleh diabetes melitus (DM). DM merupakan penyakit kronik metabolik di mana penderita tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan gula darah (Misnadiarly, 2006) yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati (Khardori, 2015). International Diabetes Federation (IDF) (2015) menyatakan bahwa prevalensi diabetes di dunia pada tahun 2015 sebanyak 415 juta orang dan diperkirakan meningkat 642 orang pada tahun 2020. Menurut studi populasi kasus DM oleh IDF (2015), Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai negara yang memiliki jumlah DM terbesar di dunia setelah Cina, India, USA, Brazil, Rusian, dan Mexico. Prevalensi diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 10 juta orang dan diperkirakan akan meningkat menjadi 16,1 juta orang pada tahun 2040. Jumlah klien DM yang melakukan kunjungan Puskesmas se-Kabupaten Jember tahun 2014 sebanyak 17.897 kunjungan (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2014).

Tingginya jumlah penderita tersebut, antara lain disebabkan karena kualitas hidup masyarakat yang menurun karena kurangnya pengetahuan dan pendidikan yang rendah, kesadaran untuk menjaga kesehatan, mengatur pola makan dan minimnya aktivitas fisik yang bisa menjadi faktor penyebab prevalensi Diabetes Melitus cenderung meningkat. Diabetes melitus merupakan penyebab utama penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi ekstremitas bawah (IDF, 2015). Kurangnya perhatian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara klinis dapat meningkatkan resiko diabetes melitus.

Hasil wawancara yang dilakukan oleh kelompok kami didapatkan bahwa belum ada program khusus dari Puskesmassetempat untuk mengatasi dan mencegah komplikasi penyakit DM. Klien berkunjung ke Puskesmas hanya sekedar untuk meminta rujukan dan memeriksakan kondisinya. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan responden di Wilayah Sumber Sari didapatkan bahwa mereka jarang melakukan olahraga secara rutin untuk megontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi penyakit DM.

Menurut beberapa penelitian manfaat latihan jasmani bagi klien diabetes antara lain meningkatkan penurunan kadar glukosa darah (Giriwijoyo, 2012.,Misnadiarly 2006). Latihan jasmani yang baik untuk Diabetes Melitus adalah yang dilakukan secara rutin bertahap dengan waktu singkat namun rutin dan bersungguh-sungguh dipercaya dapat melancarkan pembakaran gula darah dalam darah menjadi energi sehingga tidak menumpuk di dalam tubuh klien. Latihan jasmani untuk mencegah DM dapat dilakukan dengan senam Diabetes Melitus yang dilakukan menggunakan gerakan-gerakan yang diciptakan membuat selurus anggota tubuh klien bergerak dan berfungsi membakar gula darah sekaligus memperlancar peredaran darah. Konsep gerakan pada senam sehat Diabetes Melitus menggunakan konsep latihan ketahanan jantung paru (endurance) dengan mempertahankan keseimbangan otot kanan dan kiri (Kemenpora, 2010).

Penelitian yang dilakukan di Iran 2012 mengenai pegaruh latihan aerobic dan latihan yang menetap terhadap kontrol glikemik, status kardiovaskular dan komposisi tubuh pada pasien DM tipe 2. Penelitian dilakukan pada 60 klien DM tipe 2 yang berusia 33-69 tahun dengan A1c<11%, penelitian dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 52 minggu dengan 17 parameter. Hasil penelitin yaitu terjadi perbaikan dalam glukosa pospransial, tekanan darah, VO2, dan kekuatan otot.

 

1.2 Rumusan Masalah                                                                            

Risiko diabetes Melitus adalah ulkus diabetic yang nantinya akan berujung pada amputasi apabila tidak ditangani dengan baik. Risiko dari diabetes Melitus yang paling sering adalah terjadinya luka dan penyembuhan yang membutuhkan waktu yang lama, sehingga dapat terjadi kematian jarigan di area luka dan berjun pada tindakan medis amputasi. Latihan jasmani terbukti memiliki dampak posiyif terhadap pasien DM yaitu senam diabetes. Manfaat dari senam diabetes Melitus yaitu mengontrol gula darah, menghambat dan memperbaiki faktor risiko penyakit kardiovaskular.

 

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk menurunkan angka kejadian Diabetes Melitus pada Masyarakat melalui upaya promosi kesehatan.

1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan Khusus dari kegiatan ini adalah :

  1. Meningkatkanpengetahuanpadapasienpeyakit Diabetes Melitus;
  2. Meningkatkanpemahamankepadamasyarakat yang menderitapenyakit Diabetes Melitus
  3. Meminimalkankejadian Diabetes Melitus di masyarakat.

 

1.5 Manfaat

Manfaat program ini antara lain :

  1. Bagi Masyarakat: memberikan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Diabetes Melitus
  2. Bagi Lansia: menurunkan risiko terkena Diabetes Melitus;
  3. Bagi Puskesmas: membantu terwujudnya Lansia bebas dari penyakit diabetes Melitus.
  4. Bagi Mahasiswa: mengaplikasikan keperawatan gerontik yang didapatkan pada perkuliahan.